Sabtu, 24 Agustus 2013

Kontrol ke-6 Edisi Lebaran

Happy Eid Mubarak My Lovely Cardio :)
Happy Eid Mubarak all...

Hmm ya jadi sebetulnya postingan ini agak telat. Saya kontrol bulan ke-6 kemarin, Jumat 23 Agustus 2013. Tidak banyak yang bisa Saya laporkan. Yah, tapi soal pendakian Semeru itu, hal terpenting yang harus Saya beritahu ke Cardioman ini.

Pagi menjelang siang, Saya pergi sendiri ke rumah sakit. Kali ini pakai ojeg. Ibu kerja, motor dipake Abi sekolah. Ya sudah...
Saya pikir Saya pasien kesiangan, ternyata dokternya yang datang siang -____-
Denger-denger sih beliau suka lama kalo Dhuha, eh malah ngegosip.

Sudah ditensi, dan hasilnya selalu begitu ya kan? Iyalah selalu rendah.
Saya dapat giliran ke-6. Glundang-glundung di ruang tunggu. Lagi-lagi hanya ditemani wajah suram orang tua. Hmph....
Dan...akhirnya giliran Saya pun tiba. Masuk ruangan, Saya langsung dipersilahkan ke tempat tidur pasien. Lamaa......ternyata ada yang baru periksa EKG. Jadi masih nanya-nanya gitu. Ya jadilah Saya planga-plongo. For your information, glundang-glundung dan planga-plongo adalah hobi Saya -____-

Beliau hanya memeriksa dada kiri Saya dalam posisi duduk.
" Naik gunung lagi?,"
" Baru turun Dok,"
" Oh iya. Kemana?,"
" Semeru, Merapi Dok."
" Dua?, "
" Iya hahaha "
" Hahah,"
" Semeru itu berapa?,"
" 3.676 Dok, "
" Kuat kamu? "
" Nggak Dok, sesak. Belom sampe Pos 1 hampir hilang kesadaran Saya. Tas Saya langsung dibawain,"
Hening, dokternya mikir. Beliau pindah ke meja nya, dan Saya duduk di seberangnya.
" Oh iya itu ada yang ilang di Merapi?,"
" Iya Dok, turis Rusia. "
" Oh Rusia ahahha. Dimana ketemunya?,"
" Jurang Dok, "
" Berapa lama?,"
" Sekitar 4 hari,"
" Hahah lama juga yaa, sama siapa dia?,"
" Sendiri dok, "
" Ya ampun, cari mati tuh orang. Hahaha dasar bule gila,"
MOHON MAAAPPPP INI KAN KONSULTASI JANTUNG DOOOKKKK -______________-

" Jadi kamu belum sampai puncak?,"
" Belum dok,"
" Kalo ke puncak berapa hari?,"
" Ya kemaren sih, 3 malam nginep di beberapa tempat nenda. 3 malam, 4 hari kurang lebih dok, "
" Hahah,"
" Dok, sesak nya itu gimana?,"
" Ya kan Saya suruh minum dua,"
" Udah Dok, sebelum jalan juga minum. "
" Ya minum &%&*%* (beliau menyebutkan satu nama obat, saya lupa apa) "
" Ha? Paan dok?,"
" Belum Saya kasih ya?," beliau membalik kertas rekam medik Saya.
" Ya sudah Saya kasih kamu *&%*%^%, diminum kalo urgent aja ya, kira-kira sesak sekali baru minum,"
" Iya dok,"
" Umm dok, kalo soal pembengkakan kaki, "
" Oh ya bisa, biasanya kebocoran jantung bisa bikin bengkak. Emang bengkak?,"
DOKTER MACAM APPPPPPPPPAAAAAA? MASIH NANYAAAA?
" Iya dok, "
" Biasanya kapan? berapa hari setelah pendakian?,"
" Sehari setelah dok, "
" Kamu apakan?,"
" Hmm gak tau sih, paling rendem aer anget,"
" Kalo tidur, kaki nya kamu kasih bantal,"
" Oh iya dok, "

" Terus kalo tidur 3 malam itu gimana?,"
" Nenda lah dok, "
" Oh hahaha, makan? Indomie?"
" Nggak dok, kemaren rada enak, ada kornet, sarden, hehe "
" Hahaha rada enak,"
" Terus kalo BAB?,"
" Nggg hehhe, " cuma bis cengar-cengir.
" Ya berarti Saya tambahin obat satu jenis lagi ya."
" Iya dok, eh itu dok EKG lagi?,"
" Oh iya, biasanya sih 6 sampai setahun lagi. Terakhir kapan?,"
" Februari lah dok, "
" Ya sudah tahun depan aja sekalian haha, "
" Ya sudah, makasi Dok, "

Jadi yaaa begitulah. KENAPA GAK PERNAH BILANG SOAL EDEMAAAAAAAAA COBAK?
Itu kalo Cak Saman gak nanya Saya gak pernah tau, MAYGAT DOKKKK!!!

Okay, Cak Saman itu, entahlah dia dari BANI SAMAN, sponsor dari acara tracking semeru yang Saya ikuti. Ternyata, beliau (jadi beliau sebutannya) dokter.

Malam sebelum Saya kontrol ini pun, Saya sempat tanya-tanya ke Cak Saman. Dari penjelasan beliau sih cukup dimengerti, tapi Saya tanyakan lagi ke Cardioman soalnya Saya ingin tahu apa yang akan beliau jelaskan ke Saya dan kenapa baru dijelaskan padahal beliau tahu kegiatan Saya. Nonsense. Fuhh

Sebabnya, Saya sesak nafas ketika pendakian ke Ranu Kumbolo. Sebetulnya sih, udah maksimal banget itu kerja jantungnya. Saya memang keras kepala sih, Saya tadinya gak akan bilang soal sakit Saya ini, dan gak akan mau carrier saya dibawakan orang kalau saja pandangan Saya tidak kabur. Jadi, ketika sudah palpitasi, tiba-tiba pandangan Saya buram untunglah di depan Saya ada pohon nganggur yang bisa dijadiin pegangan. Dan...sejak itu carrier Saya dibawakan sampai Ranu Kumbolo. Dari Ranu Kumbolo ke Kalimati, carrier Saya bawa sendiri tapi tas trackking Saya dibawa orang lain.

Gagal muncak itu karena yah...karena Saya sok kuat sih. Sore sebelum muncak, Saya tensi. Sebetulnya gak butuh tensi juga sih. Jantung mu kan bagian dari badan mu sendiri yakan? Kamu pasti tahu kalau dia berdebar lebih cepat. Dan seperti kebanyakan, Saya hanya butuh orang yang meyakinkan Saya. Sore itu Cak Saman bilang, debarannya sedang cepat. Dan berulang kali menanyakan apakah Saya yakin muncak. Dengan kesungguhan niat dan hati, tanpa melihat kesiapan fisik. Saya bilang iya. Akhirnya, sebelum muncak, Saya tensi lagi. Lagi-lagi gak perlu sebetulnya, karena sebelum saya kembali ke tenda sore itu, Cak Saman bilang kalau masih kencang Saya gak bisa muncak kalaupun ngotot, lihat dulu sampai Arcopodo. Dan seperti yang beliau bilang sore itu, Saya yang paling tau kondisi Saya. Harusnya begitu.

Dan lagi, Saya hanya butuh orang untuk meyakinkan Saya, jika Saya masing ngotot muncak Saya hanya akan merepotkan orang lain. Tapi entah karena beliau yakin dengan keteguhan Saya atau apa, beliau hanya bilang ingat kondisi tubuh sendiri.
And voillaaaa...thats really happened. Belum sampai Arcopodo, jantung Saya pindah ke telinga. Bising, pusing, sesak, dannnn...entahlah Saya hanya ingin duduk malam dinihari itu.

Dan benarkan, Saya hanya akan merepotkan orang lain. Dinihari itu seorang panitia turun kembali mengantar Saya ke tempat nenda.

Kecewa, iya. Kesal, pasti. Harusnya Saya lebih tahu diri. Nggak perlu ada orang atau dokter atau orang medis yang bilang kalau Saya palpitasi. Karena Saya sendiri tahu itu.

Tadinya Saya mau berhenti, ini adalah pendakian terakhir Saya. Nggak mau lagi ngerepotin orang. Tapi begitu sampai di basecamp, SAYA MALAH DIRACUNIN BUAT KE MERAPIIIIIIIIIIIIIIII....

Yasudahlah, just being myself, just stop acting stupid and everything will be better.