Kamis, 18 April 2013

Kontrol Bagian II; Tambah dosis nya Nak -_-


Rabu Malam, 17 April sebuah posting di grup kelas mengejutkan dunia perfacebookan haha, Kamis besok tidak ada Biologi Sel wiiwiwiwiiwiwJadilah, hari Kamis nya saya bangun siang haha.Sekitar pukul 8, Saya menanyakan Ibu untuk kontrol bulan ini pada Sabtu nanti.
" Lho, hari ini kan kamu libur, kenapa nggak sekarang aja. Biar dianter Abi, gih sana "

Hmm baiklah, Saya juga sudah nggak punya alasan untuk mengundur-undur kontrol lagi.
Jadilah Saya dan Adek Saya, pergi ke RS. Meilia. Lama-lama Saya terbiasa. Pergi ke pendaftaran pasien, registrasi di dekat ruang dokter, tunggu antrian, masuk, selesai.Pagi ini Saya mendapat urutan ke-5, ternyata dokternya baru datang. Fuh, untunglah jadi nggak kelamaan.Seperti biasa cek tekanan darah lebih dulu. Dan seperti biasa, tekanan darah Saya rendah, selalu rendah. Is it bad?


Pagi ini perawatnya beda, rada jutek haha agak lebih tua dari yang biasanya. Jadi agak lebih disiplin haha.Saya dipersilahkan menunggu di tempat tidur, karena ada pasien lain yang sudah lebih dulu untuk konsultasi dengan dokternya. Seperti yang sudah Saya ceritakan sebelumnya, ada 2 pasien dalam ruangan.
Giliran Saya diperiksa. Dokter menempelkan stetoskop nya pada dada kiri Saya.
" Masih kencang ya debarannya, "
" Iya dok, " Saya mengiyakan. Kamu akan tahu sesuatu tejadi pada milikmu kan? Apalagi ini didala tubuh mu sendiri." Coba hadap ke kanan, " beliau menempelkan stetoskop nya lagi." Masih, ". Beliau mulai beranjak ke mejanya. It means, selesai.
" Masih sering kambuh?, "" Tadi malam dok," Saya menjawab." Kapan?,"" Jam 10 malam, "" Lagi ngapain? Sebelumnya kamu kecapean?,"" Lagi ngerjain tugas dok, nggak sih dok gak ngapa-ngapain seminggu ini, "" Sering ya? gimana kalau kambuh?,"" Lumayan dok, belum lama ini Saya lagi ngejain soal Uts tau-tau jantung nya kayak di tekan, "." Belakangan ini kamu demam atau flu?,"" Iya dok, kena radang."" Nah, itu dia. Demam itu mengganggu fungsi jantung, jadi kalau sakit cepet-cepet minum obat, biar gak nyusahin jantungnya."" Iya dok, " Saya mengangguk." Tapi masih suka pingsan? setelah minum obat ini? "" Nggak dok, ".Beliau seperti paham situasinya." Kalau begitu dosisnya naik ya. Sehari jadi 3 kali, "Mampik, makin eneg aja lu Ga, pikir Saya." Kemaren-kemaren berapa kali?,"" Sekali dok, tapi kalau sakit 2 kali, ". Kan sebelumnya dia ngomong gini =_=" Nggak, harusnya 2 kali. Rutin ini, "Mampik, die ngamuk. Nadanya mulai tinggi. Saya cuma berani ngangguk-ngangguk." Tapi rutin minum kan tiap hari? nggak ada yang kelewat,"" iya dok, rutin."" Obat ini gak perlu nunggu makan dulu kok, kamu minum pagi, siang, malam. Ini harus rutin"" Iya dok, makasi dok, ". Saya pamit.

Saya jadi lupa mau nanya, apa akhir bulan ini Saya sudah aman untuk ikut pendakian. Wajah beliau, lebih serius dari biasanya. Baiklah, jadi Saya sekarang adalah pasien beliau yang paling nekat, sebagai pesakitan yang punya hobi mencintai alam.


Saya tidak pernah menganggap bahwa dengan hobi Saya, Saya seperti menjemput maut. Did u know? Death is ur close friend. Apapun bisa terjadi dengan keadaan seperti ini, Saya hanya tidak mau hidup Saya yang sudah bergantung dengan obat-obat ini menjadi semakin sia-sia karena hanya mengenal kesakitan saja.
Tubuh ini harus melihat dunia. Itu saja.